Kisah Hendra, Pelukis yang Pernah Membuat Bung Karno Meneteskan Air Mata
Pada November 1996, masyarakat seni rupa digemparkan dengan aksi pencurian lukisan di kantor Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), komplek TIM (Taman Ismail Marzuki), Jalan Cikini Raya 73, Jakarta.
Yang dicuri adalah lukisan karya Hendra Gunawan yang berjudul “Aku dan Istriku Karmini di Lonceng Kedua”, yang dilukis tahun 1976. Lukisan cat minyak itu berukuran 147 x 94,5 cm.
Beruntung, aksi pencurian tersebut berhasil digagalkan karena petugas memergoki. Namun lukisan yang dibeli DKJ langsung dari tangan Hendra tersebut, mengalami kerusakan parah.
Pelukis Hendra Gunawan yang juga pendiri Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), Yogyakarta, tutup usia pada tahun 1983 di Bali. Sebelum wafat, ia sempat menuturkan potongan puisi : “Ia mandi di antara bunga-bunga mekar, membasuh rambutnya di sungai semerbak”.
Kalimat yang ia kutip dari puisi karya Chu Yuan, penyair paska Khonghucu berjudul “Dewa yang Berumah di Atas Awan” itu dikatakan Hendra sebagai titik berangkat kehidupan dirinya selama dalam penjara tahanan politik.
Editor: Ihya Ulumuddin