Kisah Hendra, Pelukis yang Pernah Membuat Bung Karno Meneteskan Air Mata
Lukisan tersebut menceritakan dua sejoli rakyat jelata yang melangsungkan perkawinan di tengah kancah perang. Peristiwa pernikahan bersejarah itu terjadi di Karawang, Jawa Barat.
Hendra ingin menunjukkan kepada masyarakat seperti apa lukisan tentang rakyat karya pimpinan Sanggar Pelukis Rakyat.
Melalui pelukis Dullah, ia mengabarkan rencana pameran tunggalnya kepada Bung Karno, dan langsung dijawab: “Saya akan datang ke pameranmu. Jangan lupa, lukisan-lukisan revolusi”.
Pameran tunggal berhasil digelar. Bung Karno membeli lukisan dua gadis sedang mengecat gentong. Bung Karno menilai aktifitas dua gadis tersebut adalah refleksi perjuangan kaum wanita yang bekerja di bidang yang mereka mampu.
Sementara lukisan “Pengantin Revolusi” tidak terjual. Hendra harus menggulungnya lagi, dan membawanya pulang ke Gang Pebaki. Lukisan “Pengantin Revolusi” masih kalah dengan karyanya yang lain, yakni “Panglima Sudirman Ditandu”.