Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak
Advertisement . Scroll to see content

Kenangan Kiai Miftahul Ahyar dan Khofifah tentang Sosok KH Tolchah Hasan

Rabu, 29 Mei 2019 - 22:10:00 WIB
Kenangan Kiai Miftahul Ahyar dan Khofifah tentang Sosok KH Tolchah Hasan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjenguk KH Tolchah Hasan saat masih dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id – Sosok almarhum almaghfurlah KH Tolchah Hasan begitu monumental bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Selain karena pernah menjadi menteri agama di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Kiai Tolchah juga punya jejak perjuangan cukup besar dalam membesarkan NU.

“Beliau pernah di pemerintahan. Menjadi menteri agama. Beliau juga pernah menjadi Wakil Rais Aam PBNU. Beliau ini pribadi yang komplet dan teduh,” kata Rais Aam PBNU KH Miftahul Ahyar seusai acara buka bersama di PWNU Jawa Timur, Rabu (29/5/2019).

Menurut Kiai Miftah, Kiai Tolchah selalu memikirkan umat. Dia menyebut, hampir seluruh hidupnya diwakafkan untuk NU, terutama di bidang pendidikan.

“Kita tahu, Kiai Tolchah telah mendirikan UNISMA (Universitas Islam Malang) yang sekarang begitu besar. Di dalamnya juga ada pondok pesantren, dan itu menjadi milik NU. Mungkin tinggal beliau yang sepuh di NU,” katanya.

Karena itu, kata Kiai Miftah, wafatnya Kiai Tolchah, menjadi kehilangan besar bagi NU. “Beliau orang alim. Ilmu itu belum kita serap 100 persen, dan sekarang beliau wafat. Maka, NU sangat kehilangan,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut