Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Polisi Diadang Warga saat Tangkap Lansia Terduga Pencabulan Anak di Sampang
Advertisement . Scroll to see content

Citra Jombang Kota Santri Tercoreng, Ini Rentetan Kasus Pencabulan Santriwati di Ponpes

Selasa, 16 Februari 2021 - 19:01:00 WIB
Citra Jombang Kota Santri Tercoreng, Ini Rentetan Kasus Pencabulan Santriwati di Ponpes
Pimpinan ponpes di Jombang yang diduga mencabuli dan memerkosa para santriwatinya dihadirkan di Mapolres Jombang, Senin (15/2/2021). (Foto: SINDOnews/Tritus Julan)
Advertisement . Scroll to see content

JOMBANG, iNews.id - Aksi bejat oknum pimpinan pondok pesantren berinisial SB (49) yang mencabuli dan memerkosa belasan santriwatinya telah mencoreng citra Jombang sebagai Kota Santri. Namun, ini bukan pertama kalinya kasus pencabulan di ponpes terjadi di kota ini.

Sebelum perbuatan SB (49), kiai asal Kecamatan Ngoro ini terungkap, peristiwa serupa terjadi di salah satu ponpes di Ploso, Jombang. Aksi pencabulan dan persetubuhan dengan korban santriwati ini juga menggemparkan Kabupaten Jombang. Pelakunya anak seorang kiai termashyur di Kota Santri, warga Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Praktik pencabulan dan persetubuhan dengan korban santriwati yang terjadi di lingkungan pesantren ini menuai keprihatinan Jaringan Alumni Santri Jombang (JASiJO). Koordinator JASiJO Aan Anshori menyebut, kasus ini merupakan tamparan keras bagi kalangan pesantren maupun Pemkab Jombang.

"Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi di Pesantren Shiddiqiyyah Ploso Jombang, yang hingga kini terkesan mandek penyelesaian hukumnya. Dua peristiwa ini merupakan tamparan keras bagi Jombang yang selalu membanggakan dirinya sebagai Kota Santri. Santriwati harusnya dilindungi bukan malah digerayangi atau dicabuli," tulis Aan dalam pers rilis yang diterima, Selasa (16/2/2021).

Diketahui, anak kiai di Jombang sebelumnya dilaporkan ke Polres Jombang pada 29 Oktober 2019 silam oleh NA. MSAT diduga telah menyetubuhi NA, mantan santriwatinya. Modusnya, mengancam NA yang masih di bawah umur agar bersedia menjadi tempat pelampiasan syahwat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut