Amran mengaku masih terus mengembangkan penyelidikan atas kasus ini. Hal itu untuk mengungkap adanya dugaan kemungkinan pelaku lain. Di mana dalam pengungkapan, selain tujuh tersangka, penyidik juga telah memeriksa 11 saksi yang menggunakan jasa layanan aborsi tersebut.
"Saat ini kami masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut," ucapnya.
Seorang tersangka TS mengaku terpaksa menggugurkan kandungannya akibat keterbatasan ekonomi. Perempuan berambut panjang ini juga mengungkapkan, jika janin yang dikandungnya bukan dari hasil hubungan yang sah.
"Saya menggugurkan kandungan saya ketika usianya baru menginjak satu bulan. Bukan karena hasil hubungan gelap. Tetapi karena persoalan ekonomi. Sampai sekarang, keluarga tidak tahu saya ditangkap polisi," katanya.
Sementara itu di hadapan petugas, tersangka LWP menuturkan praktik layanan aborsi yang dia buka sudah beroperasi selama dua tahun. Dalam penanganannya, dia hanya memberi obat minum dan tidak ada proses operasi.