Ungkap Klitih, Polres Kulonprogo Banjir Karangan Bunga dari Masyarakat
Polres Kulonpogo juga telah mmebentuk Tim khusus “The Cops” yang bertugas patroli rutin tiap malam. Mereka ini akan berytindak cepat jika terjadi kejahatan jalanan dan mengantisipasi kejahatan muncul.
“Bhabinkamtibmas di setiap kalurahan juga kita kerahkan untuk aktif melapor di setiap kejadian,” katanya.
Kapolres berjanji untuk segera mengungkap satu lagi tersangka pembacokan di Nanggulan yang masih buron. Saat ini polisi sudah bergerak melakukan pengejaran.
Dua hari ini petugas mengamankan ABE warga Godean Sleman yang melakukan pembacokan terhadap marsudi dan Muh Aprianto warga Nanggulan. Kedua korban mengalami luka bacok pada awal bulan lalu. Dari penyelidikan mengarah kepada keterlibatan tiga orang pelaku. Satu pelaku dengan inisial SY sudah mneyerahkan diri di Polda DIY, satu tersangka lagi dengan inisial CAK buron.
Salah satu tokoh pemuda, yang mengirimkan karangan bunga Fajar Gegana mengatakan itu sebagai bentuk apresiasi kepada kepolisian dalam menjaga keamanan. Adanya kasus pembacokan di Nanggulan, membuat masyarakat resah dan takut. Apalagi anak muda yang merupakan generasi milenial yang aktif dan kreatif, juga enggan keluar karena takut.
Namun dengan penangkapan ini, mereka kembali percaya wilayah Kulonprogo menjadi lebih aman. Apalagi polisi semakin intensif dalam melakukan patroli.
“Sempat anak-anak muda cemas dan was-was, namun dengan tertangkap kami percaya Kulonprogo sudah kembali aman,” kata calon wakil bupati Kulonprogo ini.
Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kulonprogo, Lilik Syaiful Ahmad mengatakan karangan bunga itu menjadi bentuk kepedulian dan terima kasih kepada kepolisian dalam mnejaga keamanan. Ormas siap bekerja sama dalam menwujudkan Kulonprogo yang aman.
Editor: Kastolani Marzuki