Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tunangan Dilecehkan, Pemuda di Magelang Nekat Aniaya Teman hingga Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Terdakwa Penganiayaan saat Diklatsar Menwa UNS Divonis 2 Tahun, JPU Ajukan Banding

Rabu, 06 April 2022 - 17:24:00 WIB
Terdakwa Penganiayaan saat Diklatsar Menwa UNS Divonis 2 Tahun, JPU Ajukan Banding
Kasi Pidana Khusus Kejari Surakarta, Cahyo Madiastrianto didampingi JPU Sri Ambar Prasongko saat memberikan keterangan pers di kantor Kejari setempat, Rabu (6/4/2022). Foto: ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.
Advertisement . Scroll to see content

SOLO, iNews.id - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo mengajukan banding atas vonis dua terdakwa kasus penganiayaan yang menewaskan peserta Diklatsar MenwaUNS, Gilang Endy Saputra. JPU mempertahankan tuntutannya dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan maksimal 7 tahun penjara.

"Kejaksaan melalui JPU upaya banding atas putusan vonis hakim dua tahun penjara terhadap terdakwa I Nanang Fahrizal Maulana (22) dan terdakwa II Faizal Pujut Juliono (22), telah disampaikan ke PN Surakarta," kata Kasi Pidana Khusus Kejari Solo Cahyo Madiastrianto, Rabu (6/4/2022). 

Pihaknya melakukan upaya hukum banding atas vonis hakim terhadap kedua terdakwa dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Senin (4/4/2022) kemarin. 

Hal tersebut berbeda dengan tuntutan JPU dalam yang dibuktikan dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dengan hukuman penjara tujuh tahun. Hakim dalam vonis kepada kedua terdakwa menggunakan Pasal 359 KUHP junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan vonis dua tahun penjara.

JPU tetap menghormati keputusan hakim, tetapi ada upaya hukum banding tetap mempertahankan tuntutannya, dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan maksimal tujuh tahun penjara.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut