Tekan Penyebaran Covid-19, Wali Kota Semarang Pilih Jalan Berbeda dengan Kota Lain
Setelah ada kenaikan, pihaknya melakukan tes secara massif di mal, pusat perbelanjaan, pasar, pusat keramaian. Dari hasil tes tersebut ditemukan 128 pasien positif yang akhirnya di rujuk ke rumah sakit.
Menyikapi perkembangan penanganan di wilayahnya, pemerintah selalu menyosialisasikan adaptasi kebiasaan baru. Adaptasi kebiasaan baru ini sejak awal diterapkan seperti di bidang industri dengan penerapan protokol kesehatan dan pendekatan yang aman, mulai pembatasan karyawan atau jam kerja.
Selai itu, Pemkot Semarang juga menekankan pada protokol kesehatan di ruang publik, seperti mal maupun di tingkat pedagang kaki lima. Di tempat itu harus dilengkapi thermal gun, wastafel portabel, sampai pengaturan antreian.
“Berubah drastis. Ekonomi melambat, tapi masih bisa beraktivitas,” ujarnya.
Di akhir dialog, Hendrar menyampaikan, semua hal dapat berjalan baik apabila kita semua kompak dan berkomitmen mengikuti anjuran dan ketentuan yang sudah dikeluarkan pemerintah. "Persoalan kedisiplinan mengenai SOP kesehatan adalah hal yang mutlak untuk memutus mata rantai penularan Covid-19," katanya.
Editor: Maria Christina