Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kota Lama Semarang Dikunjungi 222 Ribu Wisatawan selama Libur Lebaran
Advertisement . Scroll to see content

Tekan Penyebaran Covid-19, Wali Kota Semarang Pilih Jalan Berbeda dengan Kota Lain

Kamis, 04 Juni 2020 - 18:28:00 WIB
Tekan Penyebaran Covid-19, Wali Kota Semarang Pilih Jalan Berbeda dengan Kota Lain
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Foto: iNews.id/BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menerapkan pendekatan yang berbeda dengan daerah lain mencegah dan menekan penyebaran Covid-19. Daerah ini menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) dan memanfaatkan tim patroli untuk mengawasi serta mengedukasi masyarakat setempat mengenai pandemi ini.

Wali Kota SemarangHendrar Prihadi menyampaikan, sejak awal pihaknya berupaya untuk menjaga supaya Kota Semarang tidak menjadi sebuah sebaran virus corona yang masif. Namun, langkah yang diambil berbeda dengan kota besar yang lain. Kota Semarang memilih menggunakan jalan tengah antara mereka yang setuju maupun yang menolak pendekatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Di saat kota besar memberlakukan PSBB, kami menggunakan format jalan tengah. Format jalan tengah ini dari hasil diskusi stakeholder dan komunitas di semarang,” ujar Hendrar saat berdialog virtual, Kamis (4/6/2020).

Hendrar mengatakan, di samping aspek kesehatan, tantangan utama selama pandemi Covid-19, yaitu pada aspek sosial, budaya dan terutama ekonomi. Masyarakat terpaksa tinggal di rumah dan bekerja di rumah.

“Ekonomi terpuruk, hotel kosong, restoran sepi, tempat-tempat wisatanya juga sepi. Padahal Kota Semarang ini orientasinya kota perdagangan dan jasa yang di fokuskan pariwisata,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut