Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kota Lama Semarang Dikunjungi 222 Ribu Wisatawan selama Libur Lebaran
Advertisement . Scroll to see content

Tekan Penyebaran Covid-19, Wali Kota Semarang Pilih Jalan Berbeda dengan Kota Lain

Kamis, 04 Juni 2020 - 18:28:00 WIB
Tekan Penyebaran Covid-19, Wali Kota Semarang Pilih Jalan Berbeda dengan Kota Lain
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Foto: iNews.id/BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

Pemkot Semarang kemudian menerapkan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Kebijakan ini masih memungkinkan warga beraktivitas, tetapi dalam koridor protokol kesehatan.

Diketahui, PKM jilid pertama berlangsung sejak 27 April 2020 dan berlaku 28 hari. Selanjutnya, PKM diperpanjang 14 hari hingga nanti berakhir pada 7 Juni 2020.

Dalam pelaksanannya, Pemkot Semarang mengerahkan tim patroli yang terdiri atas personel TNI, Polri dan aparat pemerintah kota. Tim itu berfungsi untuk memastikan warga memahami protokol kesehatan sehingga sikap adaptif masyarakat terbentuk. Tim patroli yang dipayungi hukum PKM tersebar di tingkat desa, kecamatan dan kota.

“Di kelurahan ada tiga. Jadi 177 kelurahan dikali tiga, kemudian di kecamatan ada tiga juga, 16 dikali tiga. Di kota juga ada tim patroli besar,” katanya.

Hendrar mengakui, di tengah penyelenggaraan PKM yang sebenarnya berhasil menekan penularan, kenaikan kasus sempat terjadi karena fenomena menjelang Lebaran. Menjelang Lebaran, orang-orang sudah lupa Covid-19 sehingga timbul klaster baru. “Orang jadi fokus pada Lebaran, mal penuh, pusat perbelanjaan ramai, pasar ramai,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut