Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sindikat Penipuan Pig Butchering di Solo Dibongkar, Raup Rp41,1 Miliar dari 133 Korban
Advertisement . Scroll to see content

Polda Jateng Bongkar Kasus Pinjol Ilegal dengan Modus Pemerasan, Sita 150 Komputer

Senin, 18 Oktober 2021 - 14:11:00 WIB
Polda Jateng Bongkar Kasus Pinjol Ilegal dengan Modus Pemerasan, Sita 150 Komputer
Petugas Ditkrimsus Polda Jateng saat mengungkap kasus pinjaman online (pinjol) . (foto: Dok Ditreskrimsus Polda Jateng)
Advertisement . Scroll to see content

Kemudian pada tanggal 11 September 2021 sekitar pukul 17.00 WIB Korban mendapatkan pesan dari nomor WhatsApp 081260015xxxx yang isi pesannya disuruh bayar pinjam online Rp 2.200.000 dan Rp 13.340.000 yang sudah di transfer peminjam online SIMPLE LOAN pada tanggal (1/9/2). Kemudian korban mengecek melalui M-Bangking bahwa tidak ada uang masuk rekening tanggal 1 September 2021 tersebut.

Kemudian korban ditagih pengguna akun WhatApp 08126001xxxx, 08384404xxxx, 08953217xxxx, dan 08223639xxxx, dengan penjelasan intinya peminjam sudah jatuh tempo, jika tidak bayar disebarkan ke semua kontak korban dengan kata-kata penagihan "Jangan Jadi Maling" editan foto kesusilaan, namun menggunakan wajah korban. 

"Karena peristiwa ini korban mengalami trauma. Setelah mendapat laporan dari korban, Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jateng langsung bergerak untuk membongkar kasus pinjol ilegal ini dan penagihan dengan pengancaman," katanya.

Mekanisme yang dilakukan pada saat melakukan penagihan terhadap nasabah yaitu mengingatkan kepada nasabah melalui pesan WhatsApp  pada dua hari sebelum tanggal jatuh tempo.

Kemudian apabila nasabah tidak merespons lakukan spam berupa mengirimkan pesan berisi huruf ”P” berkali-kali melalui pesan WhatsApp.

Apabila nasabah masih tidak merespons selanjutnya akan mengancam nasabah dengan menghubungi dua kontak daruratnya (kontak yang di daftarkan oleh nasabah pada saat pengajuan pinjaman yang apabila nomor nasabah tidak aktif maka di alihkan penagihan ke kontak daruratnya).

Kemudian, yang terakhir apabila nasabah masih tidak kooperatif akan mengirimkan poster berupa tulisan open BO (menawarkan diri nasabah dengan mencantumkan nama dan nomor telepon nasabah) dan di  bawahnya tampilkan foto wajah dan KTP milik nasabah dengan foto telanjang yang terlihat payudara dan alat genital perempuan.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut