Pengamat Sebut Kemunculan Keraton Baru karena Kekecewaan Masyarakat
SOLO, iNews.id - Setelah kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, beberapa keraton baru di wilayah Jawa Tengah mulai terbongkar. Fenomena ini dinilai pengamat sosial dari Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kondisi saat ini.
Pengamat Sosial UNS Tunjung Sutirto mengatakan, munculnya keraton baru seperti Keraton Jipang Panolar di Blora mengulang kondisi yang pernah muncul di awal permulaan abad ke 19.
Dia menjelaskan, saat itu gerakan sosial sebagai bentuk protes masyarakat terhadap rezim kolonial diwujudkan dengan mendirikan sebuah kerajaan.
BACA JUGA: TNI Gadungan di Pekalongan Perdaya Perempuan selama 7 Tahun
"Gerakan semacam itu di dalam sejarah disebut sebagai suatu gerakan milenarisme, mengharap hadirnya masa keemasan. Entah itu zaman keemasan, yang digambarkan terjadi pada era Majapahit atau pada era sebelumnya," kata Tunjung di Solo, Rabu (22/1/2020).
Tunjung menerangkan, gerakan ini dalam waktu singkat mampu mendapatkan pengikut cukup banyak. Keberhasilan gerakan dinilai karena ketidaknyaman masyarakat terhadap kondisi saat ini.