Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sindikat Penipuan Pig Butchering di Solo Dibongkar, Raup Rp41,1 Miliar dari 133 Korban
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Penggerebekan Pabrik Ekstasi di Semarang, Berawal Pemberitahuan Palsu di Bandara

Jumat, 02 Juni 2023 - 16:37:00 WIB
Kronologi Penggerebekan Pabrik Ekstasi di Semarang, Berawal Pemberitahuan Palsu di Bandara
Lokasi kamar di rumah kontrakan yang dijadikan tempat produksi ekstasi di Kota Semarang, Jumat 2 Juni 2023. (Eka Setiawan)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id – Polisi berhasil membongkar pabrik ekstasi di Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Pengungkapan kasus ini berawal dari false declare alias pemberitahuan palsu yang diterima pihak Bea Cukai Jateng dan DIY di Bandara Internasional Ahmad Yani Kota Semarang.

Pemberitahuan alias informasi palsu itu adalah manifes barang prekursor yang masuk dari luar negeri. Prekursor itu diinformasikan sebagai pewarna.

“Bahan bakunya mereka menyamarkan pewarna, false declare. Masuk ke Jateng sekitar 2 minggu lalu lewat udara, bukan kargo atau kontainer (kapal), kalau yang di Banten sekitar 1 bulan lalu masuk ke Soekarno-Hatta (bandara)," ungkap Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Jateng dan DIY Tri Utomo di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Pedurungan, Semarang, Jumat (2/6/).

Saat itu, sebut Tri, pihaknya tidak bisa langsung melakukan penindakan. Sebab, prekursor alias bahan baku itu bukan barang yang dilarang beredar masuk, melainkan bebas terbatas harus ada izin dari Kementerian Kesehatan. Barang itu masuk lewat jasa ekspedisi biasa, jasa titipan pengiriman barang luar negeri.

Karena ada temuan awal yang mencurigakan itu, pihak Bea Cukai berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dilakukan pengembangan hingga akhirnya digerebek TKP di Pedurungan Kota Semarang itu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut