Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kadus di Purbalingga Tewas Dibacok saat Semprot Tanaman di Kebun
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Jenderal Soedirman Tak Pernah Tinggalkan Salat meski Kondisi Sakit saat Perang Gerilya

Rabu, 30 Maret 2022 - 13:31:00 WIB
Kisah Jenderal Soedirman Tak Pernah Tinggalkan Salat meski Kondisi Sakit saat Perang Gerilya
Jenderal Soedirman saat tiba di Jakarta pada 1 November 1946. (Foto: Istimewa/Wikipedia)
Advertisement . Scroll to see content

Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, dia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. Dan melalui Konferensi TKR tanggal 2 November 1945, dia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia.

Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945, pangkat Jenderal diberikan padanya lewat pelantikan Presiden. Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. Karenanya, TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu.

Pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Soedirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa. Dan pada tanggal 12 Desember tahun yang sama, dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.

Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta, sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai. 

Jenderal Soedirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit. Keadaannya sangat lemah akibat paru-parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut