Kisah Jenderal Soedirman Tak Pernah Tinggalkan Salat meski Kondisi Sakit saat Perang Gerilya
Dia juga berprinsip tak pernah meninggalkan salat. Jika tidak bisa berdiri, ia salat dalam keadaan duduk. Jika tidak bisa duduk, salat dilakukan dengan berbaring. Dia juga rajin berpuasa.
Sikap prihatinnya juga tampak ketika dia menghadapi masalah. Dia yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan.
Pendidikan militer diawalinya dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Setelah selesai pendidikan, ia diangkat menjadi Komandan Batalion di Kroya.
Ketika itu, dia sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya. Karena sikap tegasnya itu, suatu kali dirinya hampir saja dibunuh oleh tentara Jepang.
Setelah Indonesia merdeka, dalam suatu pertempuran dengan pasukan Jepang, dia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. Itu lah jasa pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia.