Kisah Inspiratif Kopral Haryanto, Berawal dari Sopir Batalion Kini Sukses Jadi Pengusaha Bus
"Saya anak orang kampung. Orang tua saya hanya buruh tani. Sesekali kerja sambilan di pasar Kudus. Saya anak keenam dari sebelas bersaudara,” kata Haryanto, mengawali cerita perjalanannya sebelum jadi pengusaha bus..
Di tengah keterbatasan ekonomi, orang tua terbiasa mendidik Haryanto dengan cukup keras. Sejak kecil ia sudah menjadi penggembala sapi milik tetangga, me-ngarit rumput untuk dijual sebagai pakan ternak, atau berjualan es. Semua ia lakukan untuk menambah penghasilan keluarga.
Lulus SD, dia lanjut ke SMP, hingga akhirnya ke STM. Nah, sampai di sini ia merasa tidak cocok. Belum ada bayangan masa depan seperti apa yang kelak ia lalui.
Bertekad bisa mengubah nasib, ia tinggalkan Kudus menuju Serpong, Kabupaten Tangerang (sekarang Kota Tangerang Selatan). Di Tangerang, ia menumpang di rumah kerabat dan teman yang lebih dulu merantau.
Tak jauh dari tempat tinggalnya, terdapat Markas Batalion Artileri Pertahanan Udara 1/Purwa Bajra Cakti (Yon Arhanud 1/Rajawali). Itu merupakan batalion artileri pertahanan udara di bawah komando Divisi Infanteri 1/Kostrad. Batalion itu, seketika membuat Haryanto terngiang cita-cita masa kecilnya untuk menjadi tentara dan mengenakan seragam loreng.