Kisah Inspiratif Kopral Haryanto, Berawal dari Sopir Batalion Kini Sukses Jadi Pengusaha Bus
Seperangkat gamelan (alat musik pentatonis) yang dipandu alat-alat musik diatonis seperti gitar dan organ, tersedia di panggung. Keterangan dari salah seorang karyawan di situ, panggung dan alat-alat musik itu praktis tidak pernah dibongkar.
Hampir setiap malam di panggung itu diadakan latihan, mulai dari latihan campursari, gamelan, pedalangan, dan lain-lain. Pagi itu, Haryanto tampak mengenakan stelan safari dan berkopiah. Dia mengatur langsung penataan meja-kursi, serta tata hidangan di meja-meja bundar yang tersedia.
Sesekali dia terlihat berkomunikasi dengan Brigjen TNI Purn Edison, pengurus pusat PPAD yang berperan sebagai tim aju. Datang lebih awal, mendahului kedatangan rombongan Ketum PPAD.
Sebagai pensiunan Kopral, Haryanto mengaku senang mendapat kunjungan dari Letjen TNI Doni Monardo dan rombongan. Selain mengaku sangat terhormat, Haryanto juga sangat senang bisa bertemu langsung dengan Letjen TNI Doni Monardo. “Beliau orang besar. Saya banyak mendengar tentang beliau,” katanya.
Di sela-sela menunggu kedatangan Doni dan rombongan, Haryanto menyempatkan diri bercerita tentang perjalanannya, sampai jadi raja bus seperti sekarang ini.