Kisah Heroik Sanjoto, Pengawal Bung Karno yang Pernah Menguji SIM Militer Ahmad Yani
Sanjoto juga terkenang saat pasukannya menyeberangkan di sungai Bengawan Solo disergap pesawat Cocor Merah Belanda. Dari atas ditembaki dan membuat masyarakat pengungsi dan banyak pejuang yang gugur.
"Saat itu kali Bengawan Solo airnya jadi merah darah, banyak yang gugur badannya ditembus peluru yang ditembakkan dari pesawat Belanda," cerita dia dengan mata berkaca-kaca.
Perjalanan pengabiannya tak berhenti di situ, Sanjoto pun ikut mengawal pembentukan Batalyon Banteng Raiders oleh Letkol Inf Ahmad Yani. Bahkan saat di wilayah Tegal, Sanjoto lah yang menguji Ahmad Yani untuk mendapatkan SIM Militer.
Maka ketika konfrontasi dengan Malaysia dalam Dwikora, KSAD Letnan Jenderal TNI Ahmad Yani saat bertemu Sersan Sanjoto langsung menepuk pundaknya dan menyatakannya di hadapan para perwira lain atas jasa Sanjoto saat mengujinya untuk mendapatkan SIM Militer.
Setelah bertemu dengan Sanjoto, Jenderal Ahmad Yani pun menghadiahi kenaikan pangkat. Dan setelah usai konfrontasi Indonesia-Malaysia, dia dikembalikan ke Kodam VII (sekarang IV) Diponegoro, bertugas di Pomdam.