Kisah Heroik Sanjoto, Pengawal Bung Karno yang Pernah Menguji SIM Militer Ahmad Yani
Helm tersebut bagai pusaka yang selalu dilap dan dibersihkan dengan sesekali meneteskan air matanya. Ya, Sanjoto merupakan anggota Polisi Tentara (PT) sekarang Corps Polisi Militer, pertama yang direkrut di mana revolusi 1945.
Awal bertugas di garis demargasi wilayah Denpom Surakarta pasca penguasaan Jepang. Kemudian di tahun 1948 bertugas sebagai pengaman rute gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman di wilayah Wonogiri hingga perbatasan Jawa Timur bermarkas di Jumopolo.
Keberhasilannya saat itu berhasil mencarikan jalan pulang ke Yogyakarta pasukan gerilya Jenderal Soedirman dalam memenuhi panggilan Presiden Soekarno. Padalah menurut Sanjoto, saat itu pasukan Belanda banyak tersebar di wilayah Wonogiri.
Pasukan Sanjoto pun juga sering terlibat pertempuran kecil. Bahkan yang dinilai paling menggembirakan saat menghadang dan menghancurkan rombongan truk pasukan Belanda.
"Saat itu kami sergap di pengkolan. Dinamit yang kami pasang meledak tepat saat truk melintas. Seketika di keremangan malam kobaran api ledakan menerangi seluruh wilayah perkebunan tebu. Rentetan tembakan kami arahkan ke truk yang membawa pasukan Belanda yang ternyata dari pasukan Gurkha dan berkulit hitam,” kenang Sanjoto di rumahnya, Jalan Belimbing Raya No 34 Semarang, Minggu (8/8/2021).
.
“Banyak yang gugur dan lainnya melarikan diri. Saat itu kami berhasil merampas banyak senjata diantaranya pistol FN45 dan senapan Jungle Rifle yang akhirnya saya gunakan untuk gerilya," kenangnya.