Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Diperiksa 12 Jam, Pimpinan Padepokan di Pekalongan Jadi Tersangka Pencabulan
Advertisement . Scroll to see content

Geger Pengasuh Padepokan Cabuli Santriwati di Pekalongan, Orang Tua Jemput Anak

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:11:00 WIB
Geger Pengasuh Padepokan Cabuli Santriwati di Pekalongan, Orang Tua Jemput Anak
Pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan berinisial AKF saat diamankan polisi terkait dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati. (Foto: iNews TV/Suryono Sukarno)
Advertisement . Scroll to see content

PEKALONGAN, iNews.id – Puluhan orang tua menjemput paksa anak-anak mereka menyusul terbongkarnya kasus pencabulan yang diduga dilakukan AKF, pengasuh sekaligus pimpinan Padepokan Padang Ati di Kota Pekalongan

Para wali santri mengaku dihantui rasa takut jika tindakan asusila tersebut juga menimpa anak-anak perempuan mereka yang tengah menimba ilmu di sana. Kendati gelombang penjemputan berlangsung masif, di lokasi kejadian terpantau ada pemandangan berbeda. 

Tidak sedikit santriwati yang justru menolak saat diajak pulang oleh orang tua mereka dan memilih untuk tetap bertahan di dalam pondok.

Di sisi lain, guna mengusut tuntas kasus yang mencederai dunia pendidikan keagamaan ini, aparat kepolisian dari Polres Pekalongan Kota telah resmi membuka posko pengaduan khusus. Langkah ini diambil untuk menampung seluruh laporan dari masyarakat atau alumni yang merasa pernah menjadi korban kebejatan pelaku. Pihak kepolisian menduga kuat adanya fenomena gunung es dalam kasus ini. 

Polisi memproyeksikan jumlah korban masih berpotensi besar untuk terus bertambah. Hal tersebut mengingat berdasarkan penyelidikan awal, aksi pencabulan dan kekerasan seksual di lingkungan padepokan ini diduga kuat sudah berlangsung dalam kurun waktu yang sangat lama, yakni sejak tahun 2008 silam. 

Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto menjelaskan, sejauh ini Tim Penyidik Satreskrim telah bekerja secara maraton untuk mengumpulkan fakta-fakta hukum di lapangan. 

"Tim penyidik kami secara maraton sudah memeriksa enam orang saksi korban, serta memeriksa terduga pelaku AKF selaku pengasuh padepokan yang menjadi terlapor. Kami juga membuka posko pengaduan bagi korban lain, mengingat dugaan aksi ini sudah berjalan sejak tahun 2008," ujar AKP Setyanto, Kamis (28/5/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut