Bejat! Mantan Caleg Gagal di Cirebon Cabuli Kakek Berkali-Kali, Ancam Sebar Video
CIREBON, iNews.id – Perilaku seksual menyimpang sesama jenis yang melibatkan seorang mantan calon legislatif (caleg) gagal menggemparkan warga Kota Cirebon, Jawa Barat. Eks caleg tersebut diduga melakukan aksi pencabulan dan pemaksaan disertai ancaman terhadap seorang kakek yang sudah berusia 60 tahun.
Nahasnya, aksi bejat sesama jenis tersebut dilakukan berkali- kali di sejumlah hotel berbeda. Tidak hanya mencabuli korban, terduga pelaku juga sengaja merekam aksi keji tersebut untuk dijadikan senjata pemerasan psikologis agar korban menuruti kemauannya.
Aksi tidak senonoh itu terbongkar setelah anak korban secara tidak sengaja membuka pesan digital WhatsApp dari HP korban.
Anak korban, Fandi, menyatakan pihak keluarga terpukul atas kejadian yang menimpa sang ayah. Mereka tidak mengira kedekatan politik selama ini justru dimanfaatkan pelaku untuk berbuat asusila.
"Kami tidak menyangka orang yang kami perjuangkan (dalam pemilu) justru tega melakukan perbuatan sekeji itu kepada orang tua saya. Kami serahkan semuanya ke penasihat hukum untuk mencari keadilan," ujar Fandi, Selasa (26/5/2026).
Keterangan pihak keluarga, prahara kelam ini diduga sudah berlangsung sejak kurun waktu tahun 2024 lalu. Modus operandi pelaku bermula saat dirinya membujuk dan mengajak korban paruh baya tersebut untuk mendatangi sebuah hotel.
Setibanya di dalam kamar, terduga pelaku langsung melancarkan aksi nekatnya dengan memaksa korban melakukan hubungan terlarang sesama jenis. Ironisnya, saat aksi pencabulan itu berlangsung, mantan caleg tersebut diam-diam merekam seluruh adegan menggunakan kamera ponselnya.
Rekaman video syur itulah yang kemudian dijadikan alat sandera oleh pelaku untuk mengancam korban. Di bawah bayang-bayang ancaman penyebaran video, korban yang ketakutan terpaksa menuruti perintah pelaku hingga terjadi aksi serupa sebanyak tiga kali di lokasi hotel yang berbeda-beda.
Kasus memilukan ini akhirnya terbongkar setelah anak kandung korban secara tidak sengaja mendapati cuplikan foto-foto sang ayah tengah berada di atas tempat tidur dalam kondisi tidak senonoh bersama seorang pria. Emosi sang anak langsung tersulut hebat hingga akhirnya ia menelusuri asal-muasal penyebaran foto tersebut.
Bak disambar petir di siang bolong, sang anak sama sekali tidak menyangka bahwa dalang utama di balik rusaknya kehormatan sang ayah adalah sosok yang sangat mereka kenal dekat.
Terduga pelaku merupakan mantan caleg gagal yang dalam dua periode pemilu terakhir justru didukung penuh oleh korban dan anaknya sebagai tim sukses (timses) di lapangan.