Di Balik Meriahnya Gamelan Kolosal, 2 Minggu Ciptakan Notasi Iringan dan Koreografi Baru
"Untuk koreo ada koreografi baru. Setiap kelompok punya koreografi tersendiri dan ada ciri khas masing-masing. Khususnya kuda lumping ada kreasi sendiri tapi inti atau dasarnya sama," ujarnya.
Masjudi mengatakan koreografi baru itu merupakan wujud kreativitas dan ucapan terima kasih kami kepada Gubernur Ganjar Pranowo karena selalu mendukung kelompok seni tradisional, termasuk memberikan bantuan seperangkat alat gamelan kepada masing-masing kelompok.
"Untuk konsep gamelan ini saya ucapkan terima kasih kepada Pemprov Jateng, khususnya Bapak Ganjar Pranowo. Menurut saya sangat baik dan istimewa sekali karena memacu dan memotivasi seluruh jajaran pecinta seni kuda lumping. Kami juga bisa berkolaborasi dengan beberapa kelompok lain, bisa saling silaturahmi dan itu sangat bagus untuk pecinta seni kuda lumping," katanya.
Dia mengungkapkan selama ini pertunjukan bersama kelompok lain hanya dilakukan di pentas-pentas seni di daerah masing-masing. Meskipun persiapan yang dilakukan cukup singkat yakni sekitar dua pekan, setiap kelompok sangat antusias dengan memberikan 100 persen kreativitas yang dimiliki.
"Persiapan memang sedikit mendadak, perkiraan sekitar satu-dua pekan. Terus untuk jenis tari sendiri itu otodidak. Kita hanya bertemu di sini terus gladi bersih," ujarnya.