Banteng Raiders, Pasukan Pemukul Kodam IV/ Diponegoro yang Disegani Kawan maupun Lawan
Mengingat pentingnya sejarah satuan ini dan upaya memelihara kebanggaan, maka rangkaian sejarah tersebut telah dibukukan guna menjaga kelestarian kebudayaan satuan untuk generasi mendatang. Sehingga Yonif 400/Raider semakin solid dan mampu menghadapi tantangan tugas di masa yang akan datang.
Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, Negara Indonesia telah diwarnai adanya pemberontakan-pemberontakan hampir di seluruh persada, termasuk wilayah Jateng dan DIY, khususnya di wilayah Karesidenan Banyumas dan Karesidenan Pekalongan, salah satunya oleh kelompok yang menamakan dirinya DI/TII.
Sedangkan daerah yang menjadi aksi keganasan DI/TII meliputi Kabupaten Banyumas, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Pekalongan Sebagai basis gerombolan DI/TII di wilayah Gunung Gajah dan Gunung Semedo.
Dalam menghadapi merajalelanya pemberontakan DI/TII yang merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan berusaha mengubah dasar Negara kita menjadi Negara Islam.
Maka TNI pada saat itu mengirimkan pasukan untuk menumpas DI/TII, namun hasilnya kurang maksimal dengan adanya banyak korban di pihak TNI dan rakyat yang tidak berdosa.