Balai Taman Nasional Karimunjawa: Terumbu Karang Rusak akibat Kapal Kandas di 7 Lokasi
Kerusakan akibat kapala kandas itu, sebut Widyastuti, kerap terjadi di musim-musim penghujan disertai angin kencang atau kerap disebut musim baratan. Kapal-kapal niaga, maupun komersil, dari Kalimantan ke arah selatan, kerap berlindung di gugusan pulau di Karimunjawa untuk menghindari kecelakaan laut. Namun, karena Karimunjawa adalah perairan dangkal maka terjadi kerusakan terhadap terumbu karang. Di tahun 2023 ini ada 2 kejadian kapal kandas di sana.
“Sejak tahun 2016 telah terjadi 14 kali kapal kandas di TNJK yang mengakibatkan rusaknya terumbu karang,” sebutnya. Menurutnya, seluruh kejadian kapal kandas di TNJK ditangani oleh Direktorat Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian LHK.
Dia mengatakan, di kawasan Balai TNJK sebenarnya sudah disediakan kantong-kantong parkir untuk kapal-kapal jika terjadi keadaan darurat di laut. Namun, seringkali karena keadaan darurat itu kapal-kapal sudah kandas lebih dulu atau bahkan salah lokasi untuk parkir.
Gugusan terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa sendiri merupakan tipe terumbu karang tepi (fringing reef), terumbu karang penghalang (barrier reef) dan taka (patch reef). Ini merupakan ekosistem khas perairan tropik, habitat berbagai biota laut untuk berkembang biak.
Kandasnya kapal di terumbu karang sering mengakibatkan kerusakan fisik dan biologi yang parah, termasuk tercabut dan terhempasnya karang dari terumbu, hancurnya kerangka karang, erosi atau terangkatnya dan berpindahnya endapan sedimen, serta hilangnya tempat berlindung dan berkembang biak ikan karang. Ini juga membuat nelayan setempat terkena dampaknya sebab harus berpindah ke tempat yang lebih jauh untuk mencari ikan.