Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terancam 12 Tahun Bui, Pengasuh Padepokan di Pekalongan Bantah Cabuli Santriwati
Advertisement . Scroll to see content

Bahayakan Penerbangan, Tradisi Balon Udara Diganti Festival Balon Tradisional

Selasa, 21 Mei 2019 - 05:35:00 WIB
Bahayakan Penerbangan, Tradisi Balon Udara Diganti Festival Balon Tradisional
Festival balon udara yang selalu digelar tiap Syawalan di Kota Pekalongan akan diganti dengan festival balon tradisional untuk mencegah bahaya bagi penerbangan. (Foto: iNews.id/Suryono)
Advertisement . Scroll to see content

“Kita mendukung upara Airnav dengan menggelar festival balon tradisional tanpa petasn. Diharapkan event ini menjadi ajang kreasi warga juga bisa untuk menjadi agenda wisata,” katanya, Senin (20/5/2019).

Divisi Keselamatan Airnav Indonesia, Nurhasan mengatakan, festival balon tradisional untuk mengurangi tradisi lepas balon yang membahayakan penerbangan. “Kami bekerja sama dengan Pemkot Pekalongan menyelenggarakan festival balon tradisional pada 12 Juni 2019,” ujarnya.

Dengan festival balon tersebut, kata dia, diharapkan dapat mengubah dari tradisi lepas balon menjadi balon tambat atau ditali. Ttradisi warga masih bisa dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada dan tidak membahayakan keselamatan pernerbangan juga keselamatan warga. 

“Dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 40 Tahun 2018, dijelaskan balon yang standar adalah dengan ukuran lebar 4 meter, tinggi 7 meter dan dilepas dengan tali sepanjang 150 meter,” bebernya.

Festival dengan balon-balon udara yang ditambatkan justru tampak indah karena dikumpulkan di lokasi yang sama. Daerah ini menjadi ramai warga bisa menonton kreasi balon yang ada.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut