Bahayakan Penerbangan, Tradisi Balon Udara Diganti Festival Balon Tradisional
PEKALONGAN, iNews.id - Puncak kemeriahan Lebaran berupa tradisi Syawalan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah tidak bisa dilepaskan dengan tradisi balon udara.
Tradisi itu biasanya digelar warga di hari ketujuh Lebaran. Warga di Kota Batik ini berlomba-lomba menerbangkan balon udara tanpa awak yang berukuran raksasa.
Tidak hanya balon udara, tradisi Syawalan itu juga disertai petasan yang akan meledak saat di udara. Tradisi itu dinilai sangat membahayakan warga karena bisa merusak rumah dan juga membahayakan keselamatan penerbangan di wilayah Jawa Tengah.
Mengurangi penerbangan balon liar yang membawa petasan, Air Navigation (Airnav) Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekalongan melakukan sosialisasi ke warga tentang bahaya balon liar. Warga kemudian diminta mengikuti festival balon tradisional yang ditambatkan tanpa petasan.

Asisten I Pemkot Pekalongan, Doyo Budi Wibowo mengatakan, pemkot menyambut baik upaya bersama dengan berbagai pihak untuk tetap melestarikan budaya tradisonal tanpa membahayakan keselamatan bersama.