Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terancam 12 Tahun Bui, Pengasuh Padepokan di Pekalongan Bantah Cabuli Santriwati
Advertisement . Scroll to see content

Bahayakan Penerbangan, Tradisi Balon Udara Diganti Festival Balon Tradisional

Selasa, 21 Mei 2019 - 05:35:00 WIB
Bahayakan Penerbangan, Tradisi Balon Udara Diganti Festival Balon Tradisional
Festival balon udara yang selalu digelar tiap Syawalan di Kota Pekalongan akan diganti dengan festival balon tradisional untuk mencegah bahaya bagi penerbangan. (Foto: iNews.id/Suryono)
Advertisement . Scroll to see content

PEKALONGAN, iNews.id - Puncak kemeriahan Lebaran berupa tradisi Syawalan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah tidak bisa dilepaskan dengan tradisi balon udara.

Tradisi itu biasanya digelar warga di hari ketujuh Lebaran. Warga di Kota Batik ini berlomba-lomba menerbangkan balon udara tanpa awak yang berukuran raksasa.

Tidak hanya balon udara, tradisi Syawalan itu juga disertai petasan yang akan meledak saat di udara. Tradisi itu dinilai sangat membahayakan warga karena bisa merusak rumah dan juga membahayakan keselamatan penerbangan di wilayah Jawa Tengah.

Mengurangi penerbangan balon liar yang membawa petasan, Air Navigation (Airnav) Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekalongan melakukan sosialisasi ke warga tentang bahaya balon liar. Warga kemudian diminta mengikuti festival balon tradisional yang ditambatkan tanpa petasan.


Asisten I Pemkot Pekalongan, Doyo Budi Wibowo mengatakan, pemkot menyambut baik upaya bersama dengan berbagai pihak untuk tetap melestarikan budaya tradisonal tanpa membahayakan keselamatan bersama.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut