Arti Hari Raya Idul Fitri: Bukan Hari Kemenangan atau Kembali Suci?
Pendiri Pusat Studi Qur'an, Prof. Quraish Shihab pernah mengungkapkan terkait pemaknaan Idul Fitri yang sering diartikan sebagai hari kemenangan. Menurutnya, hal itu perlu sedikit diluruskan.
Sebab, menurutnya telah ada ketidaksesuaian arti dalam pengertian tersebut. Kemenangan secara umum adalah istilah untuk menyebutkan keberhasilan dalam persaingan atau pencapaian tertentu. Jika lebaran atau Idul Fitri adalah hari kemenangan atas nafsu, hal itu sangat disangsikan.
"Saya bertanya kemenangan terhadap siapa ini? Siapa yang Anda lawan sehingga mengumumkan bahwa Idul Fitri itu hari kemenangan? Menang melawan nafsu Anda? Menang melawan setan? Apa benar itu?" kata Quraish Shihab dalam podcast YouTube miliknya yang dikutip iNews.id, Senin(17/4/2022).
Menyambut Idul Fitri sebagai hari kemenangan adalah hal yang keliru. Istilah hari kemenangan selama ini memang merujuk pada lafal ‘Faizin’ yang berarti menang.
"Padahal perjuangan melawan nafsu, perjuangan melawan setan pertempuran itu berlanjut tidak ada hentinya kecuali setelah kita mati. Bisa jadi Anda menduga diri Anda menang padahal sebenarnya Anda sudah kalah, setan itu sangat pandai, dalam Al-Qur'an menyebutnya pandai memperindah yang buruk," terang ayah Najwa Shihab tersebut.