Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Guru Ngaji di Klaten Cabuli 2 Putri Kandung Sekaligus, Terungkap dari Diary Korban
Advertisement . Scroll to see content

Angkringan Kini Makin Menjamur, Sejarah Awalnya Ternyata dari Gerobak Pikul di Klaten

Minggu, 17 Juli 2022 - 19:25:00 WIB
 Angkringan Kini Makin Menjamur, Sejarah Awalnya Ternyata dari Gerobak Pikul di Klaten
Berbagai jenis menu tersaji dalam sebuah angkringan. (Dok)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Angkringan, tempat makan dan minum serta tongkrongan asyik tentu sudah tak asing bagi masyarakat di Jateng-DIY. Bahkan, sebelum kafe menjamur, angkringan sudah ada, terutama di Solo, Klaten dan Yogyakarta.

Angkringan bisa disebut juga dengan HIK (Hidangan Istimewa Kampung). Namun, sebagian orang menyebut sebagai Hidangan Istimewa Klaten. Mengapa Klaten yang berada di wilayah Jawa Tengah ikut disebut-sebut. Ternyata memang ada hubungannya. 

Popularitas angkringan tidak hanya di Yogyakarta, Klaten atau Solo dan wilayah Jawa Tengah lainnya, namun sudah merambah ke kota-kota besar lainnya. Tetapi ada beberapa hal yang khas. Yakni nasi kucing atau masih dengan porsi sedikit yang telah dibungkus. 

Selain itu, ada ceret atau tempat minum yang mendidih sepanjang waktu. Biasanya, angkringan menggunakan arang untuk merebus airnya. Fungsi lainnya adalah untuk bakar-bakaran sate yang disajikan.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, angkringan itu bukan berasal dari Yogyakarta, melainkan Klaten. Sejarah awalnya ternyata dimulai sejak tahun 1930-an.  Ceritanya ada warga yang berasal dari Desa Ngerangan, Kabupaten Klaten, bernama Karso Dikromo yang kemudian akrab disapa Eyang Karso.  

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut