Tragis, Dua Pelajar SMP di Tasikmalaya Jadi Budak Nafsu Anak-anak Punk Selama 2 Tahun
Dari pengakuan korban, ujar Didin, hampir semua anak perempuan yang ikut komunitas punk itu sudah diperkosa. Selama bergabung di komunitas punk, korban diajak bepergian keluar daerah, seperti ke Bandung dan Surabaya, bahkan hingga Pulau Bali.
"Jika korban tidak mau menuruti nafsu bejat para pelaku, mereka akan dianiaya di hadapan anggota komunitas punk tersebut. Kasus ini baru dilaporkan karena korban merasa takut atas ancaman para pelaku yang akan menyakiti korban dan keluarganya," ujar Didin.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Tasikmalaya Kota AKP Yusuf Ruhman mengatakan, telah menerima laporan terkait dugaan pemerkosaan terhadap anak perempuan di bawah umur. "Saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi," kata AKP Yusuf Ruhman.

Selain ke Polres Tasikmalaya Kota, keluarga juga melaporkan kasus ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Selama ini, korban tidak berani keluar dari komunitas karena ada ancaman kekerasan fisik.
Editor: Agus Warsudi