Pengakuan Wanita Disiksa Oknum Polisi, Disiram Air Keras hingga Dipaksa Seks Menyimpang
Korban menuturkan, sebagian tindakan kekerasan bahkan terjadi di depan anaknya yang masih berusia 2 tahun. Dia mengaku mengalami tekanan psikologis berat akibat peristiwa tersebut.
“Penyiksaan dan penyimpangan seksual di depan anakku yang umur 2 tahun. Bukan cuma luka bakar tapi juga luka batin aku pendam,” katanya.
Korban berharap pelaku dapat dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya dan memperoleh keadilan hukum.
“Saya minta keadilannya,” ucapnya.
Ibu korban, Sri Hayati, mengaku sangat terpukul setelah mengetahui kondisi yang dialami anaknya. Dia menyebut keluarga sebelumnya tidak mengetahui secara detail hubungan yang dijalani korban.
“Setelah nikah siri gak diberi tahu keluarga, hanya teman-temannya. Saya juga kaget. Waktu itu keluarga gak ada yang tahu satu pun,” ujarnya.