Ibu di Karawang Jadi Korban KDRT hingga Tertular Sipilis, Anaknya Juga Dicabuli Suami
Pada 2021, MSA mengalami depresi dan sempat menjalani pengobatan ke psikiater. Namun, obat yang diberikan dokter disebut dibuang oleh suaminya dan dia dilarang mengonsumsinya.
Pada tahun yang sama, dia mulai merasakan gejala penyakit di area sensitif. Namun, dia tidak diizinkan memeriksakan diri hingga akhirnya pada 2025 diketahui mengidap sifilis dan HPV yang telah memasuki tahap pra-kanker serviks.
“Dari situ kondisi mental saya semakin drop. Saya didiagnosis depresi berat hingga Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD),” katanya.
Penderitaan MSA semakin dalam ketika anaknya mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh ayah kandungnya. Pengakuan tersebut baru terungkap pada 5 Februari 2025.
Sebelumnya, anak tersebut menunjukkan tanda trauma sejak Desember 2024 dan mengeluhkan rasa sakit di area sensitif, namun tidak berani berbicara karena ancaman.