Cegah Penyakit Seksual, Bocah Korban Pencabulan Guru Ngaji di Garut Dites Darah dan Urine
Dia pun mengungkapkan jika para korban sempat menjalani visum di RSUD dr Slamet Garut untuk kepentingan penyelidikan aparat kepolisian. Hasil visum itu, kata Yayan, diserahkan kepada Polres Garut.
Yayan Waryana memastikan Pemerintah Kabupaten Garut akan melakukan pendampingan pada keluarga dan para korban dalam kasus ini. Sebelumnya, kasus pelecehan seksual oleh seorang guru mengaji berinisial AS itu mendapat perhatian serius dari Bupai Garut Rudy Gunawan.
Rudy Gunawan menilai perbuatan AS yang mencabuli belasan anak sebagai tindakan tidak normal. "Kasus ini berbeda dengan Herry Wirawan (pemerkosa santriwati yang telah divonis mati), justru tidak normal ini, rudapaksa dari laki-laki ke laki-laki yang lemah. Kasus begini mesti kita sikapi serius," kata Rudy Gunawan.
Menurut orang nomor satu di Garut ini, fenomena tindakan pencabulan terhadap anak sulit ditangani karena pada umumnya bersifat tersembunyi. "Baru terbuka setelah ada yang cerita," ujarnya.
Rudy Gunawan berharap aparat kepolisian dapat melindungi serta menjaga psikis belasan anak yang menjadi korban pencabulan guru AS. Dia mengimbau kepada siapa saja untuk tidak mengungkap identitas para korban.