Cegah Penyakit Seksual, Bocah Korban Pencabulan Guru Ngaji di Garut Dites Darah dan Urine
GARUT, iNews.id - Belasan bocah yang menjadi korban guru cabul berinisial AS (50) di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, telah menjalani pemeriksaan darah dan urine. Pemeriksaan ini untuk memastikan apakah para korban terpapar penyakit menular seksual atau tidak.
"Pada 31 Mei, para korban yang melapor menjalani tes darah dan urine, untuk memastikan apakah terpapar penyakit menular seksual, HIV dan lainnya. Pemeriksaan dilakukan di RSUD dr Slamet Garut," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Garut, Yayan Waryana, Jumat (2/6/2023).
Selain tes darah dan urine, P2KBP3A Garut saat ini berfokus pada pemulihan psikis para korban. "Memulihkan korban dan keluarga merupakan fokus saat ini. Bagaimana mengembalikan lagi rasa percaya dirinya, karena para korban ini harus melanjutkan pendidikannya," ujarnya.
Trauma healing, lanjutnya, dilakukan oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Garut bersama UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) P2KBP3A Garut, dengan menghadirkan psikolog.
"Pada 24 Mei, UPTD PPA kami dan Unit PPA Polres Garut menggelar trauma healing yang diikuti oleh 44 orang, baik korban maupun keluarganya," ujarnya.