9 Masjid di Bandung, Jejak Syiar Islam di Dataran Tinggi Priangan
Keberadaan gedung Loge Sint Jan bertahan selama 60 tahun. Sebab, pada 1960-an, "rumah setan" itu dibongkar. Tidak ada keterangan jelas mengapa gedung Loge Sint Jan itu dibongkar. Namun jika merunut pada keterangan yang ada pada Wikipedia, pembongkaran gedung itu kemungkinan seiring pelarangan Loge Agung Indonesia dan organisasi lain atas alasan mengikuti ajaran Freemason.
Setelah Loge Sint Jan rata tanah, berdiri bangunan baru gedung Graha Pancasila. Berbeda dengan era Loge Sint Jan yang terkesan angker, gedung Graha Pancasila selalu ramai dengan berbagai macam aktivitas. Gedung Graha Pancasila menjadi tempat untuk berbagai amcam kegiatan, ada pertemuan, pertunjukan, dan lain-lain. Namun Graha Pancasila dibongkar untuk kemudian dibangun Masjid Al Ukhuwwah.

Institut Teknologi Bandung (ITB), perguruan tinggi yang banyak melahirkan arsitektur andal ini juga memiliki masjid besar. Masjid Salman ITB namanya, berdiri sejak 1972 dan banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan.
Nama Salman untuk masjid itu, merujuk kepada tokoh perang Khandaq, yaitu, Salman Al-Farisi. Nama tersebut diberikan oleh Presiden Soekarno. Tepat pada 5 Mei 1972, Masjid Salman ITB untuk pertama kalinya dapat dipakai untuk salat Jumat.
Saat ini, Masjid Salman ITB dilengkapi berbagai fasilitas. Salah satu yang paling populer adalah, air minum gratis berupa water tap di depan tempat penitipan sepatu dan wudu putri. Air minum itu tersedia selama 24 jam nonstop.