9 Masjid di Bandung, Jejak Syiar Islam di Dataran Tinggi Priangan
Nama masjid ini memang terdengar asing dan unik di telinga masyarakat. Tidak seperti tempat ibadah umat Islam umumnya yang menggunakan nama-nama khas Arab atau Asmaulhusna, masjid ini justru menggunakan bahasa Sunda.
Menurut Dedy Priyatna, penggunaan bahasa Sunda sebagai nama masjid karena berdiri pada zaman kolonial Belanda. Pendek kata nama Mungsolkanas dipakai untuk menghindari resistensi dari penjajah kala itu.
"Mungsolkanas ini singkatan atau kirata dari Mangga Urang Ngaos Sholawat ka Kanjeng Nabi Muhammad Salallohu Allaihi Wassalam (Ayo kita membacakan selawat untuk Nabi Muhammad Salalahu Alaihi Wassalam)," ujar Dedy.

Masjid Raya Al Ukhuwah berada di Jalan Wastukancana, Kota Bandung, persis berseberangan dengan Balai Kota Bandung. Masjid ini memiliki sejarah unik di Kota Bandung. Tempat ibadah umat Islam ini dibangun sekitar 1996-1998 pada era Wali Kota Bandung Wahyu Hamidjaja.
Dulu, sebelum Masjid Al Ukhuwah berdiri di atas lahan seluas 1.373 meter persegi, di lokasi itu pernah berdiri sebuah bangunan Loge Sint Jan, perkumpulan Freemason. Kala itu, masyarakat menyebutkan sebagai rumah setan.