Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mitos Orang Jawa Menikah dengan Sunda, Dipicu Perang Bubat, Kini Mulai Pudar
Advertisement . Scroll to see content

8 Mitos Suku Sunda, Nomor 7 Paling Sering Dilanggar 

Minggu, 17 September 2023 - 19:04:00 WIB
8 Mitos Suku Sunda, Nomor 7 Paling Sering Dilanggar 
Ada maksud serta tujuan yang tersembunyi dari mitos Suku Sunda yang berkembang di tengah masyarakat. Semuanya tidak terlepas edukasi dan kebijaksanaan. (Foto: nusantarainstitute.com)
Advertisement . Scroll to see content

6. Makan menggunakan cobek

Jangan makan dengan menggunakan cowet (cobek), nantinya bakal dapat jodoh kakek-kakek atau nenek-nenek. Kira-kira itulah arti dari mitos Suku Sunda itu. Namun, jika dilihat dari segi kesehatan, makan dengan menggunakan cobek tidak baik bagi tubuh.

Cobek biasanya terbuat dari batu atau campuran pasir sehingga ditakutkan serpihan batu atau pasir tersebut akan ikut terbawa nasi yang kita makan. Selain itu, makan menggunakan cobek sebagai piring pun tidak praktis. Cobek itu berat dan dilihatnya pun tidak pantas.

7. Keluarkan suara saat makan (ceplak)

Mitos Suku Sunda ini ini melarang seseorang untuk makan dengan mengeluarkan suara dari lidah atau mulut. Suara yang timbul ini disebabkan adanya gesekan dari air liur. Dalam Bahasa Sunda, suara yang keluar saat makan tersebut disebut ceplak.

Beda dengan perbuatan makan sambil ngobrol. Di Sunda, makan sambil ngobrol bukan dianggap sebagai sebuah perilaku yang tidak baik. Tapi ceplak dianggap sebuah pamali yang tidak boleh dilakukan.

Ceplak akan mengakibatkan kita menjadi bahan gunjingan orang dan bisa mendatangkan binatang buas. Tidak ada hubungan logis antara makan dengan ceplak dengan binatang buas atau jadi bahan gunjingan orang sekitar. Namun, dilihat dari tata krama, makan sambil mengeluarkan suara itu membuat risih orang di sekitar yang ikut makan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut