8 Mitos Suku Sunda, Nomor 7 Paling Sering Dilanggar
Jangan makan dengan menggunakan cowet (cobek), nantinya bakal dapat jodoh kakek-kakek atau nenek-nenek. Kira-kira itulah arti dari mitos Suku Sunda itu. Namun, jika dilihat dari segi kesehatan, makan dengan menggunakan cobek tidak baik bagi tubuh.
Cobek biasanya terbuat dari batu atau campuran pasir sehingga ditakutkan serpihan batu atau pasir tersebut akan ikut terbawa nasi yang kita makan. Selain itu, makan menggunakan cobek sebagai piring pun tidak praktis. Cobek itu berat dan dilihatnya pun tidak pantas.
Mitos Suku Sunda ini ini melarang seseorang untuk makan dengan mengeluarkan suara dari lidah atau mulut. Suara yang timbul ini disebabkan adanya gesekan dari air liur. Dalam Bahasa Sunda, suara yang keluar saat makan tersebut disebut ceplak.
Beda dengan perbuatan makan sambil ngobrol. Di Sunda, makan sambil ngobrol bukan dianggap sebagai sebuah perilaku yang tidak baik. Tapi ceplak dianggap sebuah pamali yang tidak boleh dilakukan.
Ceplak akan mengakibatkan kita menjadi bahan gunjingan orang dan bisa mendatangkan binatang buas. Tidak ada hubungan logis antara makan dengan ceplak dengan binatang buas atau jadi bahan gunjingan orang sekitar. Namun, dilihat dari tata krama, makan sambil mengeluarkan suara itu membuat risih orang di sekitar yang ikut makan.