8 Mitos Suku Sunda, Nomor 7 Paling Sering Dilanggar
Pamali ini terkait adanya anjuran dalam agama Islam untuk tidak berkeliaran di waktu Maghrib sampai Isya. Waktu tersebut adalah waktunya setan beraksi untuk mengganggu manusia, dan anak-anak adalah yang paling rentan terhadap gangguan ini.
Namun, secara logika pamali ini bisa kita katakan bahwa anak-anak sebaiknya berhenti bermain dan lekas beristirahat agar tubuh kembali bugar. Bagi yang sudah baligh (dewasa), waktu Maghrib seharusnya digunakan untuk menunaikan salat dan mengaji sampai lepas Isya.
Intinya, pamali ini menganjurkan kita untuk tidak beraktivitas di luar saat malam tiba dan bergegas beristirahat sehingga tidak membuang-buang tenaga untuk hal yang sia-sia.
Mitos Suku Sunda selanjutnya jangan menyisakan nasi barang sebutir pun di piring. Mitosnya, dapat mengakibatkan binatang peliharan milik kita akan mati. Dilihat dari logikanya, pamali ini jelas tidak ada kaitannya.
Di bagian daerah Sunda lainnya, ngaremeh atau menyisakan nasi di piring setelah makan bisa mendapatkan suami atau istri yang jelek. Namun, tetap saja mitos ini mengandung nilai kebaikan, yakni untuk tidak menyisakan makanan. Mitos ini pun mengajarkan kita untuk hidup bersih, teratur dan selalu bersyukur atas nikmat makanan yang bisa kita dapatkan.