8 Mitos Suku Sunda, Nomor 7 Paling Sering Dilanggar
Dilihat dari segi keamanan, pamali ini muncul untuk menghindari tangan atau kaki terluka saat memotong kuku. Jadi memotong kuku sebaiknya dilakukan siang hari saat langit terang dan pandangan tidak terbatas. Di masa ini, memotong kuku malam hari bisa dilakukan malam hari asal penerangannya cukup sehingga aman bagi jari tangan dan kaki.
Mitos Suku Sunda yang kedua ini bermakna jangan keluar rumah saat petang menjelang, nanti diculik setan. Pasti familiar dengan ucapan “Geura balik, sareupna. Bisi diculik kalong wewe”. Ini biasanya diucapkan ketika sang anak bermain sampai lupa waktu.
Ada satu kisah di Bandung baheula yang berkaitan dengan pamali ini. Bandung zaman dulu bukanlah sebuah kota yang gemerlap seperti sekarang. Pada tahun 1920-an Bandung adalah sebuah kota mungil di tengah pegunungan yang akan menjelma menjadi seolah kota tak berpenghuni kala Ashar tiba.
Di zaman itu, Bandung masih dirimbuni oleh rupa-rupa pepohonan besar yang menimbulkan rasa ngeri ketika melewatinya saat senja tiba. Dikutip dari buku Ramadhan di Priangan karya Haryanto Kunto, zaman itu adalah “Jaman di imah betah ku rupa-rupa larangan. Rupa-rupa bisi jeung pamali”.
Di zaman itu beredar cerita ada seorang anak yang hilang digondol kalong wewe karena anteng bermain sampai Maghrib tiba. Anak tersebut tidak berhasil ditemukan meskipun dicari ke mana-mana semalaman. Anehnya, anak itu keesokan harinya terlihat berada di atas sebuah pohon besar sambil duduk membisu.