7 Lapas dan Rutan Bersejarah di Jawa Barat, Nomor 1 dan 5 Saksi Perjuangan Soekarno
Di tengah areal yang dulunya merupakan Penjara Banceuy, dibangun patung Soekarno dari perunggu. Patung Bung Karno itu digambarkan tengah menulis pleidoi Indonesia Menggugat.
Di depan pintu gerbang situr sejarah terdapat prasasti batu besar yang di atasnya tertera perkataan Soekarno, "Lebih besar daripada orang-orang besar itu ialah ide yang bersemayam di dalam dada. Ide tidak bisa dikurung di dalam penjara. Pemimpin badaniah bisa dikurung di dalam penjara tetapi ide besar yang bermasemayam di dalam ia punya dada tidak bisa dikurung di dalam penjara. (Ir Soekarno - 3 April 1958).
2. Lembaga Pemasyarakatan Militer (Lemasmil) II Cimahi

Masyarakat menyebut Lemasmil II Cimahi dengan nama Penjara Poncol sebab lapas ini berada di Jalan Poncol. Penjara Poncol atau Lemasmil II Cimahi dibangung pada 1886 oleh pemerintah penjajah Belanda di atas tanah seluas 40.000 meter persegi. Bangunan diperuntukkan sebagai tempat lembaga pemasyarakatan militer guna membina narapidana militer agar kembali menjadi Prajurit Sapta Marga. Penjara merupakan bangunan heritage di Kota cimahi
3. Lapas Kelas II A Bogor,

Lapas Kelas IIA Bogor berada di Jalan Paledang, Kota Bogor, dibangun pada 1906. Lapas Kelas II A Bogor berdiri di atas lahan seluas 8.185 meter persegi dengan kapasitas saat ini 631 WBP. Sementara saat ini dihuni oleh 824 WBP. Lantaran dibangun di era penjajahan Belanda, tak sedikit pejuang pernah mendekam di lapas ini sehingga keberadaan bangunan cagar budaya ini tak bisa dilepaskan dari perjuangan kemerdekaan Indonesia.
4. Lapas Kelas IIB Sukabumi

Lapas Kelas IIB Sukabumi, Jalan Lettu Bakrie, Kelurahan Nyomlong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi dibangun pada 1908. Lapas yang berdiri di atas lahan seluas luas 2410 meter persegi ini digunakan untuk memenjarakan warga pribumi yang melanggar hukum atau yang menentang kebijakan penjajah Belanda.