Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Minyak Dunia Bergejolak, Harga Oli Terancam Naik Berkali-kali Lipat
Advertisement . Scroll to see content

Harga Oli Mobil dan Motor Bisa Terus Naik, Produsen Mulai Kencangkan Ikat Pinggang

Kamis, 07 Mei 2026 - 20:06:00 WIB
Harga Oli Mobil dan Motor Bisa Terus Naik, Produsen Mulai Kencangkan Ikat Pinggang
Produsen oli di Indonesia mulai melakukan penyesuaian harga jual akibat kenaikan biaya bahan baku, logistik, dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: ilustrasi/AI))
Advertisement . Scroll to see content

Diketahui, kenaikan harga minyak mentah berdampak langsung pada industri pelumas karena sekitar 70–80 persen komponennya berasal dari base oil yang diolah dari minyak bumi. Ketika harga minyak meningkat, biaya produksi pelumas otomatis ikut terdongkrak.

“Karena secara umum harga bahan baku bisa lebih dari 50 persen. Dan itu dialami semua merek. Base oil-nya yang naik. Adiftif lebih karena USD (dolar AS). Mudah-mudahan tidak melewati angka 17 (Rp17.000-an),” kata Rahman.

Kenaikan harga pelumas juga dilakukan Motul. Managing Director PT Motul Indonesia Energy, Welmart Purba, mengatakan kebijakan tersebut diambil karena meningkatnya tekanan pada industri pelumas akibat dinamika geopolitik global, khususnya di Timur Tengah.

“Kondisi tersebut memicu kenaikan harga minyak mentah dunia, meningkatnya biaya bahan baku utama produksi pelumas, serta lonjakan biaya logistik global,” kata Welmart dalam keterangan persnya.

Dia menegaskan, fluktuasi nilai tukar rupiah turut memberikan dampak signifikan terhadap rantai pasok industri otomotif di Indonesia.

“Jadi untuk menghadapi situasi ini, PT Motul Indonesia Energy mengambil langkah strategis guna memastikan keberlanjutan pasokan produk, menjaga standar kualitas pelumas kelas dunia, serta menjamin dukungan layanan jangka panjang bagi seluruh konsumen dan mitra bisnis,” ucapnya.

Welmart menjelaskan penyesuaian harga dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar global saat ini. Kebijakan tersebut diharapkan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan keberlanjutan bisnis.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut