Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jurus Menko AHY Wujudkan Bandara Berkelas Dunia di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Armada Kendaraan Listrik Grab Tembus 28.000 Unit, Target Tambah 3 Kali Lipat hingga Akhir Tahun

Senin, 29 Juni 2026 - 17:42:00 WIB
Armada Kendaraan Listrik Grab Tembus 28.000 Unit, Target Tambah 3 Kali Lipat hingga Akhir Tahun
Hingga Juni 2026, jumlah armada kendaraan listrik Grab telah mencapai 28.000 unit atau meningkat dua kali lipat dibandingkan akhir 2025. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Dia menjelaskan sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar setelah sektor energi. Sekitar 50 persen emisi CO₂ berasal dari sektor energi, sementara 22 persen berasal dari sektor transportasi, dengan 89 persen di antaranya berasal dari transportasi darat. Karena itu, pemerintah terus mendorong kebijakan energi yang berpihak pada energi baru terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, terutama di tengah kondisi geopolitik global yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.

AHY juga menilai Indonesia memiliki peluang besar membangun industri kendaraan listrik nasional melalui peningkatan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN) dan riset bersama. Menurutnya, pengembangan industri otomotif nasional menjadi salah satu visi yang terus didorong Presiden.

Sementara itu, Neneng menegaskan keberlanjutan tidak hanya diukur dari jumlah kendaraan listrik yang beroperasi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Grab menghadirkan berbagai layanan seperti GrabCar Electric, GrabBike Electric, dan GrabFood Electric agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan transportasi yang ramah lingkungan.

"Namun, bagi kami keberlanjutan akan berdampak lebih besar ketika manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat. Sebab itu melalui kebijakan hemat BBM, melalui GrabCar Electric, GrabRide Electric, GrabFood Electric, sehingga masyarakat dapat memilih yang mana," kata Neneng.

Dia menambahkan, transisi energi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, mitra pengemudi, dan masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat penggunaan energi yang lebih efisien guna mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060.

"Kami percaya di masa transisi energi tidak bisa kerja sendiri. Kami butuh pemerintah, perusahaan, mitra pengemudi dan masyarakat. Langkah Hijau Grab dapat menjadi bagian dari upaya utama mendorong penggunaan energi yang lebih bijak, praktis dan mudah dilakukan. Karena langkah kecil yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak bagi Indonesia," ujar Neneng.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut