Tragis! Penyalahgunaan Ketamin Melonjak, BPOM Bongkar Datanya
"Khusus ketamin, kami lihat periode 2022-2024 mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Ini yang kami waspadai sebagai tren penyalahgunaan," ujar Taruna.
Tak ingin kecolongan lebih jauh, BPOM resmi menerbitkan Peraturan Nomor 12 tentang Obat-obat Tertentu. Aturan ini memperketat pengawasan jalur distribusi dari pabrik hingga ke apotek agar tidak ada lagi celah bagi oknum untuk menjual ketamin secara bebas.
Hasilnya? Langkah agresif ini mulai membuahkan hasil. Memasuki tahun 2025, angka penyalahgunaan dilaporkan mulai menunjukkan tren menurun.
Meski demikian, BPOM meminta orang tua dan masyarakat tetap waspada karena peredaran zat ini sering kali bersembunyi di balik kedok obat medis yang sah.
Sebagai informasi, Ketamin bekerja dengan cara menghambat reseptor NMDA di otak. Bagi pasien medis, ini adalah penghilang rasa sakit yang efektif. Namun di tangan anak muda yang mencari sensasi, efek 'disosiatif' atau perasaan seolah jiwa terlepas dari tubuh menjadi daya tarik yang mematikan.
- Halusinasi Parah: Mengaburkan batas realitas dan fantasi.
- Kehilangan Kesadaran: Risiko kecelakaan dan kekerasan seksual saat di bawah pengaruh zat.
- Kerusakan Organ: Penggunaan jangka panjang merusak kandung kemih dan fungsi otak secara permanen.
Editor: Muhammad Sukardi