Topi Merah Disomasi Rismon gegara Bongkar Kejanggalan Ijazah Jokowi, Diancam Dipolisikan
"Ingin bertanya kepada Saudara Jahmada Girsang, ketika membuat somasi kepada Topi Merah yang usianya masih 27 tahun, masih labil, secara psikologis masih up and down, masih naik turun, belum nikah juga, mendapatkan somasi yang nada intimidasi," katanya.
Dalam acara yang sama, Topi Merah membeberkan kejanggalan ijazah Jokowi yang diteliti pakar digital forensik Rismon Sianipar. Topi Merah awalnya mencoba merekonstruksi penelitian Rismon yang disebut-sebut didasarkan dari foto ijazah Jokowi yang diunggah politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi.
Berdasarkan penelitian seperti yang dilakukan Rismon ini, Topi Merah menemukan watermark di ijazah Jokowi justru sudah rusak dan emboss tidak kelihatan. Hal ini berbeda dengan hasil penelitian Rismon yang watermark-nya kelihatan.
"Harusnya (watermark dan emboss) kelihatan seperti output yang ditampilkan Pak Rismon. Jadi di sini saja hasilnya sudah beda," kata Topi Merah dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Rismon: Ijazah Jokowi Asli, Roy cs: Rekayasa' di iNews, Selasa (5/5/2026).
Dengan hasil ini, Topi Merah berkesimpulan bahwa source atau sumber penelitian Rismon bukan berasal dari foto yang diunggah Dian Sandi. "Ini source-nya bukan dari Dian Sandi, dan diduga editing," ujar Topi Merah.
Menurutnya, perbedaan hasil penelitian ini janggal. Sementara, katanya, hasil penelitian matematika bisa dipertanggungjawabkan
"Bagaimana bisa source yang sama, dengan proses yang sama, output-nya beda. Saya mempertanyakan itu kepada Pak Rismon," kata Topi Merah.
Editor: Reza Fajri