Terkuak! Saksi Tegaskan CMNP yang Minta Bhakti Investama menjadi Arranger
"Saat itu portfolio investasi mereka kebanyakan denominasinya rupiah dan tentunya pihak CMNP melihat bahwa denominasi USD sangat dibutuhkan, karena fluktuasi nilai tukar USD tahun 1998 itu dari Rp5.000 per USD menjadi Rp15.000 tahun 1998. Dalam waktu satu tahun terjadi kenaikan hampir 3 kali lipat. Utang mereka ke Eurobond itu USD125 juta," ujar Wishnu.
"Jadi, yang membutuhkan pertama kali jasa Bhakti Investama: CMNP?," tanya Hotman.
"Betul," jawab Wishnu.
Wishnu dalam kesempatan tersebut mengungkapkan kerja sama CMNP dengan Bhakti Investama yang kini dipermasalahkan bukan kali pertama.
"Di situ kita melakukan dengan baik dan berjalan dengan sesuai dengan apa yang sudah dikomitmenkan bersama antara pihak CMNP sebagai pembeli dan bank lainnya juga," kata Wishnu.
"Di situ waktu transaksi pertama, yang sebelum transaksi ini, peran dari Bhakti sebagai apa?," cecar Hotman.