Strategi BI usai Rupiah Tembus Level Rp17.100 per Dolar AS
Dia menerangkan, langkah ini diambil untuk memastikan bahwa tekanan terhadap Rupiah akibat sentimen global tidak mengganggu fundamental ekonomi domestik secara ekstrem.
Terkait eskalasi konflik di Timur Tengah yang menjadi pemicu utama lonjakan harga komoditas dan pelemahan nilai tukar, Destry menilai Indonesia memiliki posisi tawar yang cukup kuat.
Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan
Sebagai negara eksportir komoditas, kenaikan harga energi dan pangan global diprediksi akan memberikan tambahan pendapatan negara yang dapat menjadi penyeimbang (offset) bagi pelemahan Rupiah.
“Dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah, di mana kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara eksportir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian kita, sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut,” ucap Destry.
BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026
Editor: Aditya Pratama