Strategi BI usai Rupiah Tembus Level Rp17.100 per Dolar AS
JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) buka suara usai tekanan hebat yang melanda nilai tukar Rupiah hingga menembus level Rp17.105 per dolar AS. Menghadapi situasi ini, otoritas moneter menegaskan bahwa menjaga stabilitas nilai tukar kini menjadi prioritas utama guna meredam dampak ketidakpastian global yang kian meningkat.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti menuturkan, BI akan mengerahkan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang tersedia untuk mengawal pergerakan mata uang Garuda.
“Di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi Bank Indonesia (BI). Untuk itu, BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang dimiliki dan juga kebijakan OM untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” ujar Destry dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Untuk memastikan likuiditas tetap terjaga dan spekulasi tidak meluas, Destry menegaskan bahwa bank sentral akan terus melakukan intervensi secara konsisten di pasar keuangan, baik di dalam maupun luar negeri.
Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp17.105 per Dolar AS
“BI secara konsisten dan terukur akan selalu berada di pasar uang, baik di spot market, DNDF maupun NDF di offshore market,” tuturnya.