Rupiah Anjlok Tembus Rp17.105, Airlangga: Mata Uang Lain Juga Melemah
JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons nilai tukar Rupiah yang anjlok menjadi Rp17.105 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026). Dia menyatakan kondisi serupa juga dialami mata uang negara lain.
“Itu bukan hanya Rupiah, berbagai currency (mata uang) lain kan demikian,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Tekanan terhadap Rupiah sudah terlihat sejak sesi perdagangan siang hingga sore hari. Bahkan, pelemahan sempat menyentuh 75 poin sebelum akhirnya ditutup di Rp17.105 per dolar AS.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar Rupiah telah masuk dalam hitungan simulasi pemerintah. Purbaya menyatakan kondisi tersebut tidak serta-merta mengganggu postur belanja maupun penerimaan negara karena pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario cadangan.
Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp17.105 per Dolar AS
Dia menjelaskan dalam penyusunan anggaran, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak hanya terpaku pada satu angka asumsi, melainkan telah menaikkan parameter simulasi ke level tertentu untuk mengantisipasi gejolak pasar.
"Enggak, saya tekankan dulu ya, angka simulasi itu Rupiah-nya bukan Rupiah di APBN yang sebelumnya, sudah dinaikkan ke level tertentu, jadi itu masih termasuk dalam itungan skenario," ujar Purbaya saat diskusi bersama media di kantin Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/4/2026).