Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Andrie Yunus usai Disiram Air Keras: Saya akan Tetap Kuat, Panjang Umur Perjuangan!
Advertisement . Scroll to see content

Sejumlah Tokoh Serukan Tim Pencari Fakta Dibentuk Usut Tuntas Kasus Air Keras Andrie Yunus

Selasa, 07 April 2026 - 15:35:00 WIB
Sejumlah Tokoh Serukan Tim Pencari Fakta Dibentuk Usut Tuntas Kasus Air Keras Andrie Yunus
Sejumlah tokoh menyerukan agar pemerintah membentuk TGIPF untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. (Foto: Ari Sandita Murti)
Advertisement . Scroll to see content

Mereka menambahkan, masa depan Indonesia bukan hanya tentang investasi dan infrastruktur. Masa depan bangsa ketika Indonesia tetap ada, terlindungi martabat dan kemanusiaannya, dan kala generasi muda tumbuh tanpa dibayangi ancaman kekerasan.

"Malam kekerasan yang dialami Andrie Yunus hendaknya diikuti oleh keberanian kolektif untuk membela kemanusiaan. Dari keberanian Andrie Yunus dan ribuan anak muda lainnya yang berani bermimpi dan bersuara, masa depan Indonesia yang adil dan beradab sedang dipahat, perlahan tapi pasti," katanya.

Diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Belakangan, TNI telah menetapkan empat anggotanya yang diduga pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus sebagai tersangka. Keempatnya yakni NDP, SL, BHW, dan ES.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut