Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rismon Ajukan Restorative Justice di Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo: Kami Tetap Emban Amanah
Advertisement . Scroll to see content

Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi soal Ijazah Palsu, Akui Salah Analisis

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:54:00 WIB
Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi soal Ijazah Palsu, Akui Salah Analisis
Salah satu tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, Rismon Sianipar saat tiba di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026). (Foto: Tangkapan Layar)
Advertisement . Scroll to see content

SOLO, iNews.id - Ahli forensik digital Rismon Sianipar sowan ke Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo, Kamis ( 12/3/2026) petang.

Kedatangan tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu ini bertujuan untuk mengklarifikasi temuan terbarunya sekaligus menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Jokowi terkait ijazah palsu.

Didampingi kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, Rismon tiba di Gang Kutai Utara sekitar pukul 17.10 WIB dan diterima langsung oleh Jokowi di dalam rumah. Pertemuan tertutup tersebut berlangsung selama hampir satu jam.

Pantauan di lokasi, Rismon datang ke kediaman Jokowi di Gang Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo sekitar pukul 17.10 WIB. Mengendarai mobil Toyota Fortuner warna hitam, Rismon diterima langsung Jokowi di dalam rumah. Setelah hampir satu jam melakukan pertemuan, Rismon bersama kuasa hukumnya keluar dari rumah Jokowi.

"Seperti apa yang menjadi klarifikasi saya dalam 1-2 hari ini, bahwa dalam 2 bulan terakhir saya melanjutkan penelitian saya," kata Rismon Sianipar.

Ijazah Jokowi Terbukti Asli

Usai pertemuan, Rismon menyebut dirinya mengkaji ulang dan mempelajari kembali semua metodologi-metodologi yang ia tulis secara independen. Dia mengemukakan bahwa metodologi itu ditulis sekitar 480-an halaman dari 700 halaman lebih di buku Jokowi's White Paper.

"Nah, karena buku tersebut adalah tulisan yang independen, artinya tulisan kami antara Pak Roy (Roy Suryo) dan Bu Tifa tidak ada saling kebergantungan, tidak ada saling keterkaitan karena ditulis secara terpisah, baik secara geografi maupun analisa," ucapnya.

Terkait itu, Rismon mengaku tetap melanjutkan penelitiannya. Sedangkan apa yang dilakukan Roy Suryo dan dokter Tifa dirinya tidak tahu dengan alasan objek kajiannya berbeda.

Dari penelitian lanjutan yang ia lakukan, Rismon menyebut ada temuan-temuan baru yang juga berdasarkan penelitian, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan akademik. "Bukan dengan narasi suka atau tidak, suka dihina atau tidak, dicaci maki atau tidak. Ini murni bisa dipertanggungjawabkan," tuturnya.

Rismon menuturkan, sejak gelar perkara ditunjukkan ijazah analog Jokowi, ia kembali mengkaji dan mengamati dan ternyata ada embos, dan watermarks yang menjadi objek kajiannya. Dari penelitiannya, ia tidak mendapati adanya hologram.

Setelah dikaji dengan beberapa objek ijazah lainnya, di tahun yang sama dari Universitas Gadjah Mada (UGM), pada saat itu hologram memang tidak dipakai sebagai pengunci atau pengaman dalam sebuah ijazah.

"Setelah itu, saya bandingkan dan saya analisa dengan apa yang di-upload secara digital di akun X dari saudara Dian Sandi Utama. Di situ Saya temukan memang dengan puluhan metode, ada watermarks," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut