RI Berpotensi Surplus 50.000 Perawat di 2029, Pemerintah Siapkan Penyaluran ke Luar Negeri
Indonesia memiliki potensi besar dengan 38 Poltekkes yang meluluskan lebih dari 42.000 tenaga kesehatan setiap tahun. Namun, tingginya jumlah lulusan belum sepenuhnya terserap pasar kerja domestik maupun global.
"Kita akan menghadapi surplus lulusan keperawatan di Indonesia sebanyak 50.000 orang pada tahun 2029. Saat ini, baru sekitar 10 persen yang terserap bekerja di luar negeri. Artinya, ada potensi 90 persen lagi yang sangat besar untuk kita maksimalkan," tutur Dante.
Data menunjukkan sejak 2021 terdapat permintaan sekitar 33.000 tenaga kesehatan dari berbagai negara seperti Jepang, Jerman, Arab Saudi, dan Qatar. Namun, Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 20 persen dari kebutuhan tersebut.
Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, hanya sekitar 1.100 lulusan Poltekkes yang berhasil menembus pasar global. Kesenjangan ini disebut bukan karena kompetensi klinis, melainkan kesiapan nonteknis yang masih terbatas.
Kerja sama ini juga mencakup pertukaran data dan sosialisasi migrasi aman untuk mencegah penempatan nonprosedural, sekaligus membuka akses informasi yang lebih luas terkait peluang kerja di luar negeri.
Direktur Jenderal SDM Kesehatan, Yuli Farianti, menegaskan pentingnya jalur penempatan yang jelas dan aman bagi lulusan tenaga kesehatan.
“Selama ini banyak lulusan kita yang punya potensi, tetapi belum memiliki jalur yang jelas untuk ke luar negeri. Dengan kerja sama ini, kita ingin memastikan jalur itu ada, jelas, dan aman,” pungkas Yuli.
Editor: Puti Aini Yasmin